Selasa, 24 November 2009

sakit gigi dan pepaya

Dua hari yang lalu, saya ke dokter gigi buat kontrol. Setelah itu, kawat gigi saya diganti, katanya dengan yang lebih tebal kawatnya. Ya Tuhan, pasti sakit. Dan ya, memang sakit. Gigi saya masih linu-linu sampai sekarang. Hari Senin kemaren malah saya jadi emosian dan betean gara-gara giginya senut-senut. Dan ohya, saya kembali jadi hanya bisa makan yang empuk-empuk.

Dan ohya, makan siang saya kemaren adalah pepaya. A PLATE FULL OF PAPAYA


Pepaya, sahabatku

Beberapa hal yang saya suka dari pepaya :
1. empuk dan manis, cocok untuk penderita gigi linu akibat behel
2. bikin boker

Ada seorang teman saya yang sangat tidak suka sama pepaya. Waktu dia ulang tahun, kami memberi dia cake berupa pepaya ditancepin lilin. Dia teriak nggerung-nggerung. Akhirnya pepayanya malah saya yang makan.

Apa yang salah dengan pepaya? Pepaya itu enak dan sehat.

Sabtu, 14 November 2009


Ara Batur - Sigur Ros
Mendengarkan "Ara Batur" dari Sigur Ros saat ini ... dan melihat kenyataan yang ada membuat saya ingin menangis.





Goodbye to you, forever :')

Selasa, 10 November 2009

tamat

Ini sudah tamat. Tapi saya yang menamatkan, bukan kamu. Kamu mungkin berpikir masih bisa ada kelanjutannya, tapi saya sudah ogah. Saya kenyang dengan keblawuranmu. Fotomu blawur, perilakumu blawur, atensimu blawur. Semua-semuamu blawur.

Senin, 09 November 2009

Diare dan dangdut koplo

Pertama-tama, kenapa ya anak kelas 3 sma harus belajar terus all the time padahal notabene kelas 3 adalah tahun terakhir di sma, tahun terakhir kami dicap remaja, mungkin? Intinya, we're supposed to be having fun, going mad, instead of studying all the time. Saya kadang sedikit merinding kalo pas istirahat hampir semua teman saya mbukak buku dan belajar padahal waktu kelas dua kami semua pulangan (kecuali Arin tentunya, sampe sekarang dia masih pulangan). Saya pernah diskusi hal semacam ini dengan teman saya dan kami sepakat seharusnya tahun ketiga di sma itu buat have fun dan menyelesaikan materi lalu ada tahun keempat yang fungsinya buat persiapan masuk perguruan tinggi, latihan-latihan soal. Ya gitudeh pokoknya.

Lanjut

Hari Sabtu kemaren saya bangun jam 2 pagi. Buat belajar? Salaaah. Perut saya tiba-tiba melilit lalu berbunyi kruk-kruk sangat keras dan saya ndodok di kamar mandi cukup lama. Rupa-rupanya saya terkena penyakit musiman ipa lima: mencret. Paginya saya sedikit lemas dan berniat tidak masuk sekolah tapi karena ada praktikum (yang nggak dateng praktikum harus nyusul dan biasanya ngambil susulannya pas istirahat) jadilah saya teteup masuk sekolah. Di sekolah saya hanya bisa memasang tampang pucat memelas.

Ternyata hari itu pulang gasik, jam 1. Saya kira saya bisa segera pulang dan istirahat di rumah. Ternyata sepupu saya ngajak karaokean dan keliling jogja. Nyampe rumahnya dah jam setengah delapanan. Saya sudah tepar dan niat untuk belajar pergi entah ke mana.

Sampai hari ini, saya masih agak diare rupanya, mohon doa ya semuanya.


Ohya, kenapa di kelas saya musik semacam dangdut koplo sedang ngetren ya? Ya memang sih penggagasnya adalah saudari Tepa dan Ifada. Mereka berbakat sekali beat boxing dangdut koplo. Bukan beat boxing hip-hop lho. Kan kalo beat boxing hip hop tu yang mulutnya mengeluarkan suara semacam bokbokbokwhatsupyo tapi kalo ini beat boxingnya teng teng teng teroreng teroreroreng eow dung dung tak eow dung dung tak serrrrrr ya semacam itulah (maaf kalau deskripsi saya tidak memahamkan).

Saya jadi ingat dulu waktu kecil saya semacam mengagumi aliran musik dangdut koplo ini. Jadinya saya dan beberapa orang teman esde dan teman masa kecil sangat mengagumi inul dan lagu-lagu dangdut seperti "dia tidak cantik maak, dia tidak jelek maak, yang sedang-sedang sajaaa, yang penting dia setiaaa....." tapi yang versi remixan. Betapa kami mengagumi artis yang namanya Alam dan Vetty Vera. Intinya , musik semacam ini pernah eksis di masa kehidupan saya. Tapi kok sekarang kayaknya jarang ya musik-musik kayak ginian. Setau saya biasanya mereka ngeremix lagu pop kayak lagu2nya ST 12, Gita Gutawa, Derby Romero, Letto, dan sebagainya. Pokoknya lagu-lagu yang lagi ngetren.


Oke, sampai di sini dulu ya. Maaf kalo postingannya anti klimaks :B

Rabu, 28 Oktober 2009

Bruises

This is the lyric of Chairlift's "Bruises". I like this part anyway

Girl:
I tried to do handstands for you

I tried to do headstands for you
Everytime I fell on you, yeah, everytime I fell
I tried to do handstands for you
But everytime I fell for you
I'm permanently black and blue, permanently blue for you

Boy:
I grabbed some frozen strawberries so I could ice your bruising knees

But frozen things they all unfreeze and now I taste like....
All those frozen strawberries I used to chill your bruising knees,
Hot July ain't good to me
I'm pink and black and blue for you.

Girl:
I got bruises on my knees for you

And grass stains on my knees for you
Got holes in my new jeans for you
Got pink and black and blue
'

I think the song tells about a girl who wanted to do something for her beloved to make him proud but she failed. However, his boyfriend still loved her whoever she was, whatever she did, and even encouraged her not to stop trying.

Very sweet, in a way :p

Kamis, 22 Oktober 2009

Kuemu kueku

Saya dapat cerita ini dari buku "Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya" karangan Ajahn Brahm. Salah satu buku spiritualitas paling menarik yang pernah saya baca.

Ada dua perempuan. Mereka mau membuat kue.

Perempuan pertama memiliki bahan-bahan yang kualitasnya buruk. Tepung terigu berjamur, gula dengan noda-noda coklat, mentega yang mulai masam dan kaya akan kolesterol, serta kismis yang sudah berhari-hari tidak dikonsumsi sehingga menjadi sekeras batu.

Perempuan kedua memiliki bahan-bahan berkualitas terbaik. Tepung terigu murni hasil tanaman organik, mentega bebas kolesterol, gula pasir kualitas baik dan kismis yang masih segar dari kebunnya sendiri.

Mana yang menghasilkan kue lebih enak?

Selama ini kita sering berpikir kalau bahan baku sangat menentukan segalanya. Tapi di luar itu, ada yang lebih dari sekedar tepung terigu, mentega, gula pasir, dan kismis kualitas terbaik. Bisa saja perempuan yang pertama membuat kue yang jauh lebih enak dari perempuan kedua bila ia dengan sepenuh hati membuat kue itu. Apa yang kita lakukan dengan bahan-bahan itulah yang membuat kue menjadi berbeda.

Di dunia ini ada banyak orang yang dilahirkan dengan kekurangan-kekurangan, misalnya cacat, penampilan tidak menarik, tidak pandai, tidak pintar bergaul, dan sebagainya. Tapi mereka 'meracik' segala kualitas tersebut dengan sepenuh hati dan sungguh-sungguh, sehingga membuahkan hasil yang mengagumkan.

Ada pula orang-orang yang dilahirkan pandai, kaya, penampilan oke, dan sebagainya. Tapi mereka tidak memanfaatkan 'bahan-bahan berkualitas' tersebut untuk 'membuat kue yang enak'. Bisa jadi mereka lalai lalu kelewat lama memanggang kuenya sehingga rasanya tidak enak.


Setengah dari takdir adalah segala kelebihan dan kekurangan yang kita miliki. Sisanya, yang paling menentukan, adalah apa yang kita lakukan dengan kelebihan dan kekurangan tersebut.


***


Seorang teman saya ada yang sering mengatakan quote ini
"Orang hebat belum tentu dilahirkan hebat. Tuhan mengajarkannya kegagalan untuk menempanya menjadi hebat"

Jumat, 09 Oktober 2009

Moon or no Moon

Witch, do this for me
Find me a moon made of longing
Then cut it sliver thin
And having cut it
Hang it high above my beloved's house
So that he may look up
Tonight
And see it
And seeing it, sigh for me
As I sigh for him
Moon or no moon

(A poetry from the book of Abarat by Clive Barker)




Nggak perlu repot-repot cari bulan, apalagi memotongnya tipis-tipis dan susah-susah naik ke atap rumahmu cuma buat menggantungkannya. Bulan-bulan itu terlalu bagus untuk dijadikan hadiah buatmu.