Kepada yth. rasa takut di dalam diriku,
Aku sangat berterimakasih karena kamu ada.
Kamu tahu, salah satu fungsimu adalah sebagai alarm terhadap bahaya. Kalau aku tidak punya kamu, bisa saja aku bakal nyemplung ke laut tanpa tabung oksigen. Tapi karena kamu ada, syukurlah sampai sekarang hal itu tidak pernah terjadi :)
Yang kedua, tanpa adanya rasa takut, tidak akan timbul keberanian. Aku mau ujian. Karena aku mau ujian, kehadiranmu di dalam pikiranku semakin sering saja. Kadang membuatku begitu mati-matian mengenyahkanmu. Tapi setelah aku merasa tak bisa mengenyahkanmu, maka yang bisa kulakukan satu-satunya adalah belajar mempercayai diriku sendiri, sehingga keberanianku mulai timbul.
Tanpa adanya kamu, aku tidak akan berdoa kepada Tuhan. Ya, aku berdoa salah satunya karena aku takut, aku butuh pegangan. Kalau aku tidak takut, aku mungkin tidak akan pernah berinteraksi secara personal dengan penciptaku.
Ketika semua orang berusaha mati-matian mengenyahkan rasa takut di dalam diri mereka, aku memutuskan untuk berdamai saja denganmu. Aku tidak mau mengusirmu. Rasa takut adalah hal yang manusiawi menurutku. Jadi, dengan merasa takut, mungkin itu berarti aku masih manusia. Hore.
Jadi, aku tidak memintamu untuk pergi selamanya dari pikiranku. Kamu boleh tinggal di situ, selama yang kamu mau. Dengan begitu aku akan belajar bagaimana menghandlemu, dan aku rasa dengan menghandle rasa takutku, aku bisa mendapatkan banyak pelajaran yang mungkin akan membantuku menjadi pribadi yang lebih dewasa :)
Dengan penuh rasa terima kasih,
Aku, yang saat ini sedang takut, tapi berusaha menghadapinya :)
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

0 Chewers:
Poskan Komentar