Sabtu, 09 Oktober 2010

someday is someday

Rasanya kok miris sekali kalau setiap kali saya melihat atau membaca liputan tentang suatu kota/negara yang menarik, saya cuma bisa bilang,"suatu hari nanti aku mau ke sana!" Suatu hari, ya, suatu hari. Masa depan itu tidak pasti, makanya juga belum tentu saya akan ke sana suatu hari nanti. Entah sudah berapa tempat yang saya beri label must-go-there-someday. Islandia, Yunani, Jerman, Belanda, Swedia, Swiss, Italia, Portugis, Vietnam, India, Suriname, Timor Leste, Toraja, Raja Ampat Papua, Belitong, Afrika, Skotlandia, daerah-daerah Skandinavia, Wina, hassss sisan wae kabeh! Pinginan? Yes, I am!

Setiap mengunjungi satu tempat baru, selain menikmati tempat wisatanya, saya suka mengamati kultur dan orang-orangnya (bahkan kalau bisa sekalian ngobrol dan belajar banyak dari mereka). Saya sudah tinggal di jogja selama 18 tahun, hampir 19 tahun. Melihat satu tempat yang sama, berinteraksi dengan tipe-tipe orang yang sama, melewati rute yang sama setiap hari, kadang saya berpikir untuk hmmm semacam 'melarikan diri'. Makanya, setiap kali saya berada di bandara buat njemput atau nganter orang, saya selalu merasa kepingin beli tiket ke mana aja terus langsung capcus pergi saat itu juga.

Sebenarnya, ada banyak spot di jogja yang belum saya kunjungi juga sih. Mungkin untuk sementara waktu saya bisa muter-muter jogja, mengunjungi yang belum pernah saya kunjungi, sekadar melampiaskan hasrat 'berpetualang' saya. Yah, sekarang gitu dulu aja deh. Saya nggak punya cukup uang buat beli tiket ke Islandia dan tempat-tempat tadi, bahkan kalau seluruh harta saya dijual dan kamar tidur saya saya sewain buat kos-kosan rasanya masih belum cukup. Konsep backpacking? Tetep larang bro. Yoweslah, dadah Islandia. Dadah Yunani. Dadah tempat-tempat-amazing-yang-marai-kepingin. Kapan-kapan saya ke sana. Kapan? Nggak tau juga deh :(

0 Chewers:

Poskan Komentar