Jumat, 21 Januari 2011

Second Chance

Dan pengumuman nilai pun keluar satu persatu.

Nilai saya waktu awal-awal keluar lumayan bagus, lalu kemarin tiba-tiba saya dapet kabar kalo ada mata kuliah yang harus diulang. JENG JENG! Reaksi awal saya? Agak kecewa, itu pasti, dan saya rasa itu reaksi yang amat manusiawi. Beruntunglah saya, waktu dapat kabar itu saya lagi berdiskusi dengan seorang teman lama yang sangat sepemikiran, so I could very easily get over it. Gimana ya? Hla wong semuanya sudah terlanjur, nilai-nilai sudah mulai keluar, mau gimana lagi? Yang jelek ya diulang. Aduh, kok kesannya saya terlalu menggampangkan ya? Sebentar, takperbaiki kalimatnya dulu.

Saya selalu yakin hidup saya tidak hanya di kampus. Hidup saya tidak hanya seputar IP dan kegiatan akademis. Saya suka bermain piano, walaupun tidak pandai. Saya suka travelling, walaupun pengalaman travelling saya sama sekali belum seberapa. Saya suka musik-musik Skandinavia. Saya suka bercengkerama dengan teman-teman. Saya suka wisata kuliner. Saya suka belajar menulis kecil-kecilan, walaupun sama sekali amatir. Saya suka membaca buku-buku worth reading. Saya suka belajar bermacam bahasa, walaupun akibatnya saya jadi nggak fokus. Saya suka naik sepeda di sore hari. Saya suka berdiskusi dengan keluarga. Saya suka membaca komik dan nonton film. Saya suka nonton sepaket kartun di pagi dan sore hari. Saya suka duduk di gereja ketika sedih. Intinya adalah, saya, kita semua, punya kehidupan lebih dari ini, lebih dari datang ke kampus untuk kuliah, praktikum, atau ujian. Keyakinan ini membuat saya percaya kalau ketika satu jenis dunia saya sedang runtuh, maka dunia yang lain akan menyokong.

Satu lagi, saya percaya kalau kita diberi kesempatan untuk mengulang ujian, maka sebenarnya kita sangat beruntung. Nggak semua orang dikasih kesempatan kedua lho! Kita punya satu kesempatan lagi buat memperbaiki semuanya. Jadi, menurut saya, mengulang ujian itu jangan dijadikan keputusasaan, tapi juga jangan diremehkan. Lagipula, kita nggak ngulang ujian sendirian kok. Entah berapa juta orang lain di belahan dunia lain mungkin juga tengah menghadapi perkara serupa dengan kita.

And oh well, dari mengulang, kita pasti bisa mendapat suatu pelajaran yang berharga, apa pun itu :)



Dek, mahasiswa tuh kalo nggak pernah ngulang, nggak asik!“-Bapak.


*Post ini cuma buat menghibur diri sih, but at least it works for me :p

4 komentar:

  1. semangat mentari ! fighting !
    ^^9

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. "“Dek, mahasiswa tuh kalo nggak pernah ngulang, nggak asik!“-Bapak."

    setuju banget deh, semoga memang bikin ngerasa asik, hahaha

    BalasHapus
  4. Halo Mentari! Blog,u bagus banget lo, udah aku link :) kunjungi dan komentari juga ya di http://wayaharnaandika.blogspot.com linkback ya :)

    BalasHapus